Senin, 19 April 2010

Dunia Virtual 2020


Terinspirasi dari game virtual Second Life serta film yang dibintangi Bruce Willis berjudul Surrogates (2009), kami mengkhayalkan sepuluh tahun yang akan datang akan tercipta sebuah dunia virtual dalam kehidupan manusia sehari-harinya. Untuk mengakses dunia virtual ini, digunakan sebuah kacamata yang saat ini sudah banyak digunakan. Kacamata dalam khayalan kami, kira-kira berbentuk seperti ini :


Berbeda dengan game Secondlife, di mana setiap orang dapat membuat avatar sesuka mereka, dalam dunia virtual ini, kami membayangkan seseorang harus menggunakan identitas sebenarnya apabila ingin terlibat, seperti layakanya film Surrogates. Namun, apabila di dalam film Surogates ini avatar yang tercipta adalah robot versi diri sendiri mereka yang dipercantik, dalam Dunia Virtual 2020 khayalan kami, avatar yang tercipta sama persis dengan pemilik avatar. Agar dapat mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai Dunia Virtual 2020 khayalan kami, berikut ini cuplikan film Surogates (2009) :

Selain itu, apabila di film Surogates avatar hidup di dunia nyata, kami mengkhayalkan avatar Dunia Virtual 2020 hidup di dunia maya, yang seolah-olah nyata. Dalam Dunia Virtual 2020 bayangan kami, manusia dapat menyimpan memori mereka di dalam Dunia Virtual tersebut. Misalnya, seseorang menyimpan memori tentang konser The Beatles, setiap orang yang memiliki kacamata Dunia Virtual 2020, dapat mengakses memori tersebut, bahkan dapat seolah-olah menonton konser The Beatles tersebut bersama teman-teman yang lain di Dunia Virtual 2020.

Dalam khayalan kami, Dunia Virtual 2020 ini seperti halnya Yahoo Messanger, di mana setiap orang dapat memilih ingin bertemu dengan perorangan (seperti chatting), perkelompok, (seperti conference), atau secara massal (seperti halnya apabila kita masuk ke dalam Chat Room Yahoo Messager yang dapat diakses oleh seluruh manusia di dunia). Namun, dalam Dunia Virtual 2020, setting tempat interaksi ini berlangsung sama dengan setting dunia yang sebenarnya. Untuk menertibkan Dunia Virtual 2020 ini, akan dibentuk semacam petugas ketertiban dunia virtual pernegara, oleh karena itu, untuk memudahkan petugas ketertiban ini, maka orang-orang yang ingin mengakses Dunia Virtual 2020, harus menggunakan identitas sebenarnya.

Dalam Dunia Virtual ini, interaksi fisik dapat terjadi. Artinya, dalam Dunia Virtual ini para avatar dapat bersalaman, dan melakukan interaksi fisik lainnya selayaknya yang terjadi dalam dunia nyata. Selain itu, kita dapat mentransfer barang dari dunia nyata ke dalam Dunia Virtual. Jadi, nanti petugas ketertiban Dunia Virtual akan melakukan proses decode partikel barang nyata ke dalam partikel digital Dunia Virtual. Hal ini biasa dinamakan teleportasi, seperti yang biasa kita lihat dalam film2. Namun, proses teleportasi ini tidak berlaku bagi manusia sebab dikhawatirkan akan merusak kromosom DNA manusia.

Namun, kemajuan teknologi Dunia Virtual ini juga memiliki kekurangan untuk membuat manusia cenderung mengurangi makna komunikasi langsung/ tatap muka. Seperti yang kita lihat dalam fenomena sehari-hari melalui internet yang tersedia di handphone membuat manusia menjadi lebih asik dengan handphone-nya ketimbang berbicara dengan orang yang duduk di sebelahnya. Begitupun halnya dengan Dunia Virtual yang mempunyai kecenderungan membuat manusia lebih asik dengan Dunia Virtual ketimbang dunia nyata. Semoga saja tidak karena ini baru khayalan kami semata.

daftar rujukan:

dibuat oleh:
Deandra Syarizka (210110080225)
Ixora Tri Devi (210110080284)


Senin, 05 April 2010

Sulit Menyamakan Makna dengan Anak Anda? Ini Gadget Yang Tepat!

Terinspirasi dari salah satu episode di film Spongebob Squarepants, pencipta dari Tell Me Your Secret Bear ini, membuat gadget yang dapat digunakan di kawasan rumah tangga dengan memasukkan peralatan pengintaian ke dalam boneka milik sang anak. Apakah gadget ini benar-benar ada, atau pun hanya sekedar hoax (walaupun sudah dipasarkan pada situs http://www.thinkgeek.com/stuff/41/secrets-bear.shtml?cpg=cj&cpg=cj), namun ide yang terdapat di dalam gadget ini benar-benar “kini”. Bayangkan, Anda mematai-matai anak Anda sendiri dengan memasukkan alat yang super canggih ke dalam mainan innocence miliknya, hanya untuk sekedar mengetahui apa yang anak Anda inginkan. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan fitur "bisa bicara" milik sang boneka beruang, yang akan membujuk anak Anda untuk bercerita tentang rahasianya, kemudian, sensor akan bekerja, lalu mengirimkan segala sesuatu yang anak Anda katakan melalui surat elektronik, seketika itu juga.

Sesulit itukah untuk menciptakan komunikasi antara anak dan orang tua pada zaman ini? Sang Taddy Bear kesayangan yang memiliki alat pengintai di dalamnya ini pun dapat menjadi avatar bagi sang orang tua ketika orang tua tersebut tidak berada di rumah. Dengan demikian, telah terciptalah sebuah media komunikasi yang baru, tanpa disadari oleh anak yang bersangkutan. Berikut ini perubahan komunikasi dan dampak-dampak yang menurut saya dapat tercipta dari penggunaan gadget ini:

Perubahan Komunikasi

  1. Interactivity

The capability of new communiation system, usually containing a computer as one component, to ‘talk back” to the user, almost like an individual participating in conversation.

Pada boneka beruang yang dapat mengajak anak Anda untuk mengungkapkan rahasianya ini, terjadi sebuah proses komunikasi antara sang anak dengan sang boneka. Boneka beruang didesain untuk dapat mengucapkan beberapa kata yang dapat mempersuasi sang anak untuk mengungkapkan rahasia mereka, sehingga sang anak seolah-olah aman untuk menceritakan semua isi hatinya pada sang beruang. Pada tahap ini terjadilah interaksi antara human (sang anak) dan machine (sang boneka beruang).

  1. Demosfied

Alat pengintai canggih seperti yang terdapat dalam boneka Tell Me Your Secret Bear ini, pada masa yang lalu hanya digunakan untuk keperluan perang. Di mana pada saat ini kubu yang saling berperang perlu mengetahui dapur dari kubu yang lain, sehingga mereka menciptakan alat untuk memata-matai. Pada masa kini, bahkan orang tua dapat menggunakan alat yang serupa untuk mengetahui keinginan anaknya sendiri, bukan untuk keperluan perang. Dari sini dapat kita lihat dengan jelas penggunaan alat pengintai yang tadinya secara missal, yakni pada zaman dulu yang sekapasitas negara, menjadi alat yang dapat digunakan sehari-hari untuk mengetahui hal-hal yang tidak akan menimbulkan konflik antar-negara.

  1. Asynchronous

Ketidakserempakan tentu saja terjadi. Biar bagaimana pun, tidak semua orang tua berpikir picik untuk memata-matai anaknya sendiri. Walaupun mereka adalah orang tua dari kawasan yang sama dengan ditemukannya alat ini. Apalagi dengan kawasan-kawasan yang tidak terlalu “kini”. Misalnya pada negara kita, Indonesia, sampai saat ini Tell Me Your Secret Bearini benar-benar hanya ada dalam film Spongebob Squarepants.

  1. Determinasi Teknologi

Ketergantungan akan adanya teknologi dapat dengan sangat jelas terlihat pada alat ini. Di mana untuk sekedar menyamakan makna dengan anak sendiri (baca : komunikasi) orang tua memerlukan sebuah gadget yang benar-benar aneh. Padahal, pada masa yang lalu, untuk dapat menyamakan makna dengan orang tua atau dengan anak sendiri, yang perlu dilakukan hanyalah komunikasi interpersonal, tanpa harus memata-matai satu sama lain.

  1. Extension of man

Pada masa kini, ketika orang tua memiliki waktu yang tidak cukup dalam satu hari untuk sekedar berbicara dari hati ke hati dengan anaknya, maka Tell Me Your Secret Bear ini adalah perpanjangan indera pendengaran dan indera penglihatan bagi orang tua. Dengan adanya gadget ini, orang tua tidak perlu berada di dekat anaknya untuk dapat mendengarkan curahan hati sang anak. Sang anak dapat mencurahkan isi hatinya kepada sang boneka yang kemudian akan disampaikan oleh sang boneka kepada orang tua lewat surat elekronik.

  1. Dampak Sosial

Dengan adanya ide untuk membuat gadget semacam ini, dapat kita bayangkan, betapa interaksi sosial tanpa perantara saat, face to face, saat ini sudah mulai susah untuk dilakukan, bahkan kepada orang tua atau anak sendiri. Dengan adanya gadget yang semakin memanjangkan indera manusia, maka interaksi perindividu di dunia nyata akan menjadi semakin sedikit. Bayangkan, saat ini mungkin seseorang dapat memiliki boneka semacam Tell Me Your Secret Bear ini untuk mengetahuiu keinginan anaknya, di lain pihak dia bisa saja memiliki alat yang serupa di rumah sahabat-sahabatnya atau pun kerabat kerjanya, sehingga ketika mereka ingin berinteraksi, misalnya ingin curhat, yang mereka lakukan cukup curhat kepada gadget tersebut, tidak lagicurhat kepada orang yang bersangkutan. Intensitas pertemuan antara individu dan individu lainnya pun akan semakin berkurang, dan tiap individu akan semakin dapat fokus kepada dunianya sendiri, tanpa memedulikan lagi interaksi dunia nyatanya dengan individu lainnya.

  1. Dampak Politik

Sebenarnya ide yang terdapat di dalam boneka ini sangat menarik apabila diimplementasikan kepada dunia politik. Para anggota legislatif, terutama yang jauh dari rakyat yang diwakilkannya, akan lebih mudah berhubungan dengan mereka dengan adanya alat seperti ini. Mungkin juga mereka dapat menghadiahkan Tell Me Your Secret Bear ini kepada masyarakat agar dapat mengetahui keinginan dari rakyat yang diwakilinya.


Ixora Tri Devi

210110080284

Ponsel Bagi Difabel

Kaum difabel (people with different ability-red) adalah salah satu kaum minoritas yang masih terpinggirkan hak-haknya, termasuk dalam hal ini pemenuhan atas kebutuhan teknologi. Teknologi yang semakin hari semakin canggih tidak sejalan dengan penyesuaian teknologi tersebut terhadap perbedaan yang mereka miliki. Padahal, sebagai manusia, kaum difabel memiliki hak yang sama untuk memperoleh edukasi dan informasi. Beruntunglah, masih terdapat ilmuwan-ilmuwan yang peduli dengan kebutuhan khusus mereka. Maka diciptakanlah teknologi-teknologi canggih yang cara operasionalnya disesuaikan dengan kebutuhan mereka dengan tujuan agar perbedaan yang dimiliki oleh kaum difabel tidak menjadi penghalang mereka untuk menikmati kecanggihan teknologi, menjadi manusia yang "melek teknologi".



Visual Sound







Pratt, mahasiswa Suhyun Kim cukup prihatin dengan kaum difabel tunarungu dan ingin mereka untuk menikmati teknologi seperti halnya yang kita lakukan. Visual Sound adalah sebuah ponsel untuk tuna rungu yang mengubah input suara ke teks dan input teks ke suara. Desain ini memiliki dua pilar praktis yang gulir samping untuk mengekspos tampilan roll-out. Untuk berkomunikasi, difabel cukup memasukkan teks ke dalam layar touchscreen, yang akan dikonversi menjadi suara simulasi untuk orang di ujung telepon dan sebaliknya.

Kelemahannya terdapat pada waktu yang dibutuhkan untuk input teks dan mengkonversi ke suara. Hal itu dapat mencegah panggilan jarak jauh, tapi satu sisi jauh lebih baik dan manusiawi dibandingkan meminta orang lain untuk menjadi penerjemah.


Squibble






Proyek ini disebut "Squibble Portable Braille Interface". Pada dasarnya adalah mesin pesan teks untuk difabel tunanetra. Perangkat ini berfungsi dengan baik menggunakan karakter braille dan simbol-simbol lain mudah dikenali pada grid titik sentuhan unik. Setiap titik singgung dengan bekerja di lain yang menghadirkan keypad interaktif yang sangat baik. Pad juga bekerja dengan pewarnaan kontras tinggi untuk membantu dalam belajar jika pengguna secara bertahap kehilangan penglihatan. sangat fashionable. Saat ini sedang diteliti dan dikembangkan untuk produksi.

Dampak
Kehadiran ponsel bagi kaum difabel tersebut akan menghadirkan manfaat-manfaat yang sangat terasa bagi kehidupan mereka sehari-hari. Dalam bidang komunikasi, perbedaan yang mereka miliki tidak akan menjadi hambatan yang berarti bagi proses komunikasi yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran ponsel bagi difabel ini juga akan menumbuhkan rasa percaya diri bagi mereka serta menumbuhkan keyakinan bahwa mereka dapat menikmati kecanggihan teknologi seperti halnya kaum mayoritas pada umumnya. Penciptaan teknologi bagi difabel juga adalah bukti bahwa perbedaan yang mereka miliki tidak dapat dijadikan alasan untuk perlakuan diskriminasi, termasuk dalam hal minimnya pengadaan alat teknologi dan informatika bagi mereka.

Di bidang ekonomi, munculnya satu perusahaan yang peduli terhadap penyediaan teknologi bagi difabel akan memunculkan "gairah" persaingan bisnis yang baru di antara perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Hal tersebut akan menghasilkan efek positif terhadap difabel, yakni dengan maraknya bermunculan barang-barang teknologi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di bidang politik, kehadiran teknologi bagi difabel akan memungkinkan para calon elite politik untuk berkampanye politik melalui media-media yang tidak hanya dapat diakses oleh kaum mayoritas (baca: "normal"), tetapi juga kaum minoritas seperti difabel. Dengan adanya teknologi bagi kaum difabel dapat memicu peningkatan partisipasi difabel dalam kegiatan politik seperti pemilu.

daftar rujukan:

dibuat oleh:
Deandra Syarizka
210110080225