
Pada bulan April yang lalu dalam rangka Hari Kartini, Kompasiana mengadakan sebuah diskusi yang bertajuk Kompasiana MODIS (Monthly Discussion) : Kiprah Perempuan di DPR. Acara diskusi dan tanya jawab yang diadakan di Pisa Café and Resto Mahakam, Jakarta Selatan ini berlangsung pada tanggal 24 April dengan menghadirkan Nurul Arifin sebagai pembicara.
Kompasiana MODIS merupakan acara diskusi bulanan yang rutin diselenggarakan Kompasiana. Seperti yang kita tahu, Kompasiana merupakan situs online yang mewadahi tulisan-tulisan para anggotanya yang disebut Kompasianers. Kompasiana MODIS bersama Nurul Arifin ini merupakan Kompasiana MODIS yang ketiga, setelah Kompasiana MODIS bersama Jakoeb Utama dan Kompasiana MODIS bersama Jusuf Kalla.
Acara yang berlangsung selama satu jam sejak pukul delapan tersebut dihadiri oleh puluhan Kompasianers yang datang dari berbagai kota. Ada yang dari Jakarta, Bekasi, bahkan Tangerang. Sebelum mengikuti Kompasiana MODIS, Kompasianers diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu pada halaman profil Admin Kompasiana.
Acara diskusi dibuka dengan persembahan lagu tentang perempuan dari Linda Djalil, seorang mantan jurnalis, untuk Nurul Arifin. Kompasianers tampak menikmati nyanyian Linda. Lalu, setelah itu moderator membuka acara dan mempersilakan Nurul Arifin hadir ke tengah-tengah panggung. Nurul Arifin yang kala itu ditemani suaminya, Mayong Suryalaksono, terlihat cantik berambut pendek dan mengenakan setelan berwarna hitam. Tanpa banyak kata pengantar, Nurul langsung memersilakan Kompasianers untuk mengajukan pertanyaan.

Nurul Arifin, anggota DPR
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Kompasianers. Mereka berbondong-bondong mengajukan pertanyaan kepada Nurul Arifin. Sayangnya, sedikit dari pertanyaan tersebut yang berhubungan dengan tema “Kiprah Perempuan di DPR”. Kompasianers yang ada malah menanyakan soal tanggapan Nurul Arifin tentang Pramudya Ananta Toer (karena hari itu ada komunitas yang mengenang hari wafat Pram yang juga bulan April di Jakarta), ada yang menanyakan kehidupan pribadinya, malah ada seorang Kompasianers yang juga merupakan Ketua Rukun Tetangga (RT) meminta sumbangan Nurul Arifin atas musibah kebakaran yang baru saja terjadi di wilayahnya kala itu.
Baru ketika penulis menanyakan—iya, penulis juga hadir dalam acara tersebut—soal apakah UU No 10 Tahun 2008 yang membahas tentang peningkatan persentase minimal 30% perempuan dalam bakal calon legislatif , juga dibarengi dengan peningkatan kualitas, barulah alur diskusi berjalan sesuai topik. Nurul Arifin pun lantas menjawab pertanyaan penulis dengan lugas:
Memang perempuan 30% angka itu tidak dibarengi dengan kualitas. Kedudukan kita ada dua. Sebagai perempuan anggota DPR, anggota partai dan aktivis perempuan juga. Jadi ada perbedaan agenda yang harus diusung bersama. Sehingga yang diusung oleh teman-teman aktivis perempuan adalah 30% itu kita tidak berjuang di angka tetapi kualitas. Sedangkan yang ada tidak semua memiliki pengetahuan tentang gender , tidak semuanya memiliki agenda perempuan dan tidak semua memiliki sensitifitas tentang itu karena tidak semua calon berasal dari aktivis dan mungkin mereka tidak mengerti karena tidak bersinggungan dengan hal-hal seperti itu, atau bisa jadi tidak care, tidak peduli. Jadi perjuangan kita sekarang adalah ngomongin tentang kualitas dan 30% ini . Karena sekarang kita semua tahu masih berada dalam posisi subordinat.
Foto bareng Nurul Arifin :)
Secara keseluruhan, acara Kompasiana MODIS kali ini tidak konsisten dengan tema yang dibahas. Kebanyakan pertanyaan yang diajukan melenceng dari tema tersebut dan moderator pun tampak tak acuh untuk mengatur jalannya diskusi sesuai topik. Namun, acara Kompasiana ini berhasil mempertemukan Kompasianers yang selama ini hanya bertemu di dunia maya saja. Penulis pun mendapatkan beberapa teman baru dalam acara ini. Lalu keseluruhan rangkaian acara Kompasiana MODIS ditutup dengan makan dan foto bersama Nurul Arifin.
Deandra Syarizka
210110080225




5 komentar:
nyambung sama wawancara kita dengan anggota DPR yaaa.. hohohoho
Iya doooong. hahaha. :D
wah pertemuan kompasiana..
seru deh kayaknya..
temanya emang khusus wanita atau gimana nih?
Karena waktu itu hari April dan dekat dengan Hari Kartini, jadi memang tema bulan April tentang perempuan. Kalo bulan-bulan lainnya macam-macam. :)
Ikutan Kompasiana yuuuuk..
(jadi promosi :p )
Kiprah Legislator Perempuan di DPR adalah PENCAPAIAN NILAI-NILAI PERJUANGAN PEREMPUAN
Posting Komentar